Sebagaimana diketahui, memperhatikan
adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempertimbangkan segenap
kemampuannya. Kemampuan ini penting, karena dapat digunakannya sebagai
pembanding terhadap kemampuan orang lain. Pembandingan dilakukan untuk
menumbuhkan kepekaan, dan kesiapan membantu orang lain.
Agar mampu
memperhatikan, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seseorang, di mana ia
hendaknya merasa sangat tertarik pada kebaikan bagi orang lain atau masyarakat,
dan sangat ingin terlibat di dalamnya. Untuk itu ia telah memiliki rekam jejak (track record) yang menunjukkan, bahwa
ia dapat dipercaya telah bersungguh-sungguh berupaya memenuhi janji baiknya pada
orang lain atau masyarakat.
Seseorang yang
berupaya untuk memperhatikan juga dapat menjelaskan kepada orang lain atau
masyarakat: Pertama, bahwa sesuatu yang baik sangat berpeluang terjadi. Kedua,
karena ia telah bersungguh-sungguh mengupayakannya. Ketiga, sehingga orang lain
atau masyarakat tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.
Ia telah membuktikan: Pertama, bahwa ia dapat
dipercaya. Kedua, karena ia telah memperlihatkan segenap upaya. Ketiga, yang
menunjukkan bahwa ia dapat mengendalikan situasi. Keempat, karena ia memiliki
kekuatan dalam membuat keputusan. Kelima, dan mampu mengendalikan situasi yang
berpeluang timbul.
Kebaikan yang
ingin diperjuangkannya, antara lain bersatunya segenap manusia dengan saling
mencintai antara satu dengan lainnya, karena meskipun manusia secara fisik
dilahirkan berbeda-beda, namun mereka memiliki status kemanusiaan yang sama.
Untuk itu ia telah berupaya memperbaiki situasi dengan memulainya dari diri
sendiri, lalu ke orang terdekat dan demikian seterusnya hingga mencapai
lingkungan yang lebih luas.
Oleh karena itu, ia sangat memiliki
kepedulian dalam memperbaiki situasi agar menjadi lebih baik, untuk umat
manusia secara keseluruhan. Ia mengerti, bahwa pengalaman-pengalaman dan
penderitaan-penderitaan yang dialami oleh orang lain atau masyarakat harus
mendapat pertolongan, dukungan dan cinta dari dirinya.
Ukuran sukses bagi dirinya bukanlah
pencapaian yang ia raih, melainkan proses kerja yang ia lakukan dengan terus
menerus tanpa kenal lelah. Ia faham, bahwa untuk mencapai kesejahteraan manusia
atau masyarakat, maka manusia atau anggota masyarakat harus bekerja
bersama-sama. Tidak boleh ada seorang manusia yang dikorbankan untuk
kesejahteraan orang lain, karena semua terhubung sebagai bagian dari umat
manusia.
Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam
barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti satu bangunan yang tersusun
kokoh” (QS.61:4).
Selamat merenungkan, dan semoga Allah SWT berkenan meridhai...
...
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar