Islam mengajarkan agar setiap manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan rahmatan lil'alamiin (memberi manfaat optimal bagi alam semesta). Ajaran ini merupakan salah satu indikator kecerdasan sosial.
Kecerdasan sosial, adalah kemampuan manusia untuk mengendalikan dirinya, agar dapat memberi keuntungan bagi dirinya dan orang lain (keuntungan bersama). Kecerdasan sosial mencakup: Pertama, kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi, sehingga dapat mengekspresikan pemikiran, sikap, dan perilaku yang terbaik bagi dirinya dan orang lain. Kedua, kemampuan diri untuk terus menerus bersemangat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku yang mengarah pada kebajikan. Ketiga, kemampuan untuk terus menerus tekun pada berbagai upaya kebajikan, yang telah dicanangkan sejak awal. Keempat, kemampuan untuk terus menerus berada pada motivasi yang tinggi dalam melaksanakan kebajikan. Kelima, terampil dalam mengidentifikasi potensi kebajikan yang ada pada diri sendiri, untuk kemudian dikontribusikan dalam rangkaian kebajikan kolektif. Keenam, terampil mengekspresikan diri, terutama dalam menginspirasi pihak lain untuk turut menjadi bagian dari ikhtiar kebajikan, yang berbasis pada nilai-nilai Islam.
Kecerdasan sosial, adalah kemampuan manusia untuk mengendalikan dirinya, agar dapat memberi keuntungan bagi dirinya dan orang lain (keuntungan bersama). Kecerdasan sosial mencakup: Pertama, kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi, sehingga dapat mengekspresikan pemikiran, sikap, dan perilaku yang terbaik bagi dirinya dan orang lain. Kedua, kemampuan diri untuk terus menerus bersemangat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku yang mengarah pada kebajikan. Ketiga, kemampuan untuk terus menerus tekun pada berbagai upaya kebajikan, yang telah dicanangkan sejak awal. Keempat, kemampuan untuk terus menerus berada pada motivasi yang tinggi dalam melaksanakan kebajikan. Kelima, terampil dalam mengidentifikasi potensi kebajikan yang ada pada diri sendiri, untuk kemudian dikontribusikan dalam rangkaian kebajikan kolektif. Keenam, terampil mengekspresikan diri, terutama dalam menginspirasi pihak lain untuk turut menjadi bagian dari ikhtiar kebajikan, yang berbasis pada nilai-nilai Islam.
.jpg)