WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Sabtu, 21 Maret 2009

KECERDASAN SOSIAL

Islam mengajarkan agar setiap manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan rahmatan lil'alamiin (memberi manfaat optimal bagi alam semesta). Ajaran ini merupakan salah satu indikator kecerdasan sosial.
Kecerdasan sosial, adalah kemampuan manusia untuk mengendalikan dirinya, agar dapat memberi keuntungan bagi dirinya dan orang lain (keuntungan bersama). Kecerdasan sosial mencakup: Pertama, kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi, sehingga dapat mengekspresikan pemikiran, sikap, dan perilaku yang terbaik bagi dirinya dan orang lain. Kedua, kemampuan diri untuk terus menerus bersemangat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku yang mengarah pada kebajikan. Ketiga, kemampuan untuk terus menerus tekun pada berbagai upaya kebajikan, yang telah dicanangkan sejak awal. Keempat, kemampuan untuk terus menerus berada pada motivasi yang tinggi dalam melaksanakan kebajikan. Kelima, terampil dalam mengidentifikasi potensi kebajikan yang ada pada diri sendiri, untuk kemudian dikontribusikan dalam rangkaian kebajikan kolektif. Keenam, terampil mengekspresikan diri, terutama dalam menginspirasi pihak lain untuk turut menjadi bagian dari ikhtiar kebajikan, yang berbasis pada nilai-nilai Islam.

Sabtu, 07 Maret 2009

BERIBADAH DAN BERMANFAAT

Sesungguhnya mereka yang memiliki kecerdasan ruhani (transcendental intelligence), akan mengerti bahwa hidup yang dijalani seorang manusia bukanlah suatu kebetulan saja. Hidup yang dijalani seorang manusia adalah sebuah kesengajaan yang ditetapkan oleh Allah SWT. Dengan kata lain, hidup yang dijalani seorang manusia adalah bagian dari sebuah "Skenario Semesta Alam" yang ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, seorang manusia harus menjalani kehidupannya dengan penuh tanggungjawab.
Kegagalan seorang manusia menjalankan tugas dan fungsinya sebagai manusia di alam semesta, akan mendapat punishment (sanksi atau hukuman) dari Allah SWT, baik di alam semesta maupun di alam akherat. Sebaliknya keberhasilan seorang manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai manusia di alam semesta, akan mendapat reward (ganjaran atau pahala) dari Allah SWT, baik di alam semesta maupun di alam akherat.
Tugas dan fungsi seorang manusia di alam semesta adalah: Pertama, beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman, "Dan Aku (Allah) tidak ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu" (QS.51:56); Kedua, memberi manfaat optimal bagi alam semesta. Allah SWT berfirman, "Dan Kami (Allah) tiada mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta" (QS.21:107).

Minggu, 15 Februari 2009

KECERMATAN MATEMATIS

Ada kecermatan matematis dalam redaksi (teks) Al Qur'an, demikianlah hasil penelitian yang diungkapkan oleh Rasyad Khalifah pada tahun 1990. Dengan menggunakan komputer berbasis Bahasa Arab, ia berhasil menghitung kata-kata dan huruf dalam teks Al Qur'an.
Rasyad Khalifah menyatakan, bahwa:
Pertama, jumlah huruf hija'iyah pada "Bismilaahir rahmaanir rahiim," adalah 19 huruf, yang ternyata merupakan "bilangan basis". Dengan kata lain, angka 19 merupakan "bilangan basis".
Kedua, jumlah huruf qaaf, yang merupakan awal Surah ke-50, ditemukan berulang pada Surah tersebut sebanyak 57 kali, atau 3 x 19.
Ketiga, jumlah huruf kaaf, haa, yaa, 'aiin, dan shaad, yang merupakan awal Surah ke-19, ditemukan berulang pada Surah tersebut sebanyak 798 kali, atau 42 x 19.
Keempat, jumlah huruf nuun, yang merupakan awal Surah ke-68, ditemukan berulang pada Surah tersebut sebanyak 133 kali, atau 7 x 19.
Kelima, hal yang sama terjadi pada Surah ke-36 dan Surah ke-20.
Demikianlah kecermatan matematis yang terdapat dalam Al Qur'an, yang semakin membuktikan, bahwa Al Qur'an bukanlah buatan Rasulullah Muhammad SAW, melainkan kumpulan firman Allah SWT, yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW.