WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Tampilkan postingan dengan label Allah SWT.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah SWT.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

ALLAH YANG MEMASTIKAN

Allah SWT berpesan, “Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,” melainkan dengan mengatakan, “insyaAllah”, dan ingatlah kepada Tuhanmu. Namun jika kamu lupa, maka katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk yang mendekati kebenaran” (QS.18:23-24).


Kata “pasti” diharapkan tidak digunakan oleh seorang muslim, kecuali untuk hal-hal yang telah dipastikan oleh Allah SWT, seperti adanya surga dan neraka, adanya hari akhir, dan lain-lain yang bersumber dari Allah SWT. Dengan demikian yang berhak memastikan sesuatu hanyalah Allah SWT, sedangkan manusia tidak berhak memastikan sesuatu. Seorang manusia hanya berhak menyebut “insyaAllah” (bila Allah berkenan) bagi sesuatu yang akan dikerjakannya, atau untuk hasil yang diharapkan dari ikhtiarnya.


InsyaAllah memiliki makna: Pertama, adanya keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT Maha Berkehendak atas segala sesuatu yang diikhtiarkan oleh manusia. Kedua, seorang manusia mengetahui bahwa dirinya berada dalam penguasaan dan pengawasan Allah SWT. Ketiga, manusia yang bersangkutan berupaya untuk tawadhu (siap menerima dengan ikhlas dan rendah hati) atas segala sesuatu yang menjadi ketentuan Allah SWT. Keempat, menunjukkan kemampuan seorang manusia dalam mengharmonisasikan antara ikhtiar yang sehebat-hebatnya dengan kemampuan berserah diri kepada Allah SWT secara total.

Minggu, 13 Maret 2011

MENSYUKURI AQIDAH

Dalam setiap khotbah Jum’at, khatib selalu mengingatkan agar setiap muslim mensyukuri aqidah yang dengan kokoh “dipegangnya”. Semua itu tiada lain, adalah karena rahmat dari Allah SWT kepada setiap muslim. Aqidah Islam yang kokoh secara transendental dan rasional merupakan puncak kasih sayang Allah SWT kepada manusia.


Aqidah tersebut memuat substansi, “Tuhan itu Maha Esa, Dia adalah Allah, di mana segala sesuatu bergantung padaNya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada sesuatupun yang setara denganNya” (lihat QS.112:1-4).


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT. Tidak ada Tuhan melainkan Allah SWT, maka barangsiapa yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT, sesungguhnya ia sedang mempertuhankan ketiadaan. Setiap doa dan permohonan yang ditujukan kepada Tuhan yang bukan Allah SWT, adalah doa dan permohonan pada sesuatu yang tiada.


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT. Sulit bagi mereka menjelaskan eksistensi (keberadaan) Tuhannya, karena bukti yang disodorkan justru membuktikan bahwa Tuhannya bukan Tuhan. Ketika mereka menyatakan ketuhanan mereka adalah berdasarkan keyakinan, maka keyakinannya ini justru semakin tidak meyakinkan, karena hampir tiada bedanya antara Tuhan dengan yang bukan Tuhan.


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT. Hidup mereka disesaki oleh tipudaya tokoh-tokoh agamanya. Kesesatan menjadi menu sehari-hari, dan terpedaya adalah nasib yang disandangnya. Sulit bagi mereka keluar dari jebakan kesesatan ini, jika mereka tidak sungguh-sungguh menggapai hidayah Allah SWT.


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT.


Semoga Allah SWT berkenan…

Minggu, 17 Januari 2010

TANDA BAGI MUSLIM

Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, "Kamu akan dikalahkan, dan digiring ke dalam neraka jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal." Sungguh telah ada tanda bagimu, pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah, dan yang lain kafir; yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) berjumlah dua kali lipat golongan kafir. Allah menguatkan dengan pertolonganNya, siapa saja yang Dia kehendaki. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki penglihatan" (QS.3:12-13).

Minggu, 15 Februari 2009

KECERMATAN MATEMATIS

Ada kecermatan matematis dalam redaksi (teks) Al Qur'an, demikianlah hasil penelitian yang diungkapkan oleh Rasyad Khalifah pada tahun 1990. Dengan menggunakan komputer berbasis Bahasa Arab, ia berhasil menghitung kata-kata dan huruf dalam teks Al Qur'an.
Rasyad Khalifah menyatakan, bahwa:
Pertama, jumlah huruf hija'iyah pada "Bismilaahir rahmaanir rahiim," adalah 19 huruf, yang ternyata merupakan "bilangan basis". Dengan kata lain, angka 19 merupakan "bilangan basis".
Kedua, jumlah huruf qaaf, yang merupakan awal Surah ke-50, ditemukan berulang pada Surah tersebut sebanyak 57 kali, atau 3 x 19.
Ketiga, jumlah huruf kaaf, haa, yaa, 'aiin, dan shaad, yang merupakan awal Surah ke-19, ditemukan berulang pada Surah tersebut sebanyak 798 kali, atau 42 x 19.
Keempat, jumlah huruf nuun, yang merupakan awal Surah ke-68, ditemukan berulang pada Surah tersebut sebanyak 133 kali, atau 7 x 19.
Kelima, hal yang sama terjadi pada Surah ke-36 dan Surah ke-20.
Demikianlah kecermatan matematis yang terdapat dalam Al Qur'an, yang semakin membuktikan, bahwa Al Qur'an bukanlah buatan Rasulullah Muhammad SAW, melainkan kumpulan firman Allah SWT, yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW.