Mengembangkan diri adalah suatu kondisi
ketika seseorang mampu memajukan diri, sehingga kehadirannya memberi dampak
yang besar, penting, dan baik. Seseorang yang berada di “jalan”
yang benar ketika mengembangkan diri, akan merasakan dampak kehadirannya, yang
juga akan berdampak bagi orang lain.
Dampak orang yang sedang mengembangkan
diri, antara lain: Pertama, semakin
besar dan banyaknya nilai positif yang didapat oleh dirinya dan orang lain. Kedua, semakin bernilai, berguna, dan
sesuai dengan kebutuhan dirinya dan orang lain. Ketiga, semakin menyenangkan, nyaman, dan menarik bagi dirinya dan
orang lain.
Ada satu hal penting yang perlu dilakukan oleh seseorang dalam rangka
mengembangkan diri, yaitu melakukan analisis kebutuhan agar ia dapat mewujudkan
tujuan hidupnya. Bagi setiap manusia Allah SWT telah menetapkan tujuan hidup,
yaitu: menggapai ridha Allah SWT. Caranya dengan beribadah kepada Allah SWT,
dan rahmatan lil’alamiin.
Bagi orang yang sedang mengembangkan diri,
analisis kebutuhan diperlukan agar ia mampu mendorong perbaikan tingkat
kompetensi dirinya. Oleh karena itu, ia perlu mengawalinya dengan peningkatan
rasa ingin tahu. Analisis
kebutuhan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pihak-pihak yang
berkepentingan.
Pada saat seseorang berkenan melakukan
perbaikan dalam rangka mengembangkan diri, maka ia mampu berubah. Kalaupun
karena sesuatu dan lain hal ia belum mampu berubah, maka ia harus menyatakan
diri ingin berubah ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, ia harus
menanamkan dalam mindset atau pola
pikirnya, bahwa ia meyakini sesuatu bukan karena faktor subyektif, melainkan
karena faktor obyektif.
Ia harus meyakinkan diri, bahwa meskipun
sesuatu dipandang sulit oleh dirinya dan orang lain, namun secara obyektif ia
berkeyakinan, bahwa ia dapat melakukannya. Ia tidak “terpesona” dengan kondisi
yang mengungkungnya, melainkan terus berupaya mencari peluang agar dapat
mencapai sesuatu yang lebih baik, dengan membuka diri terhadap hal-hal yang
baru, yang berada dalam koridor nilai-nilai Islam.
Dalam QS.22:54, Allah SWT berfirman, “Dan
agar orang-orang yang telah diberi ilmu (pengetahuan), meyakini bahwa Al Qur’an
adalah sesuatu yang hak (benar) dari Tuhanmu (Allah), lalu mereka beriman dan
menundukkan hati mereka kepadanya. Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi
Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus (Islam).”
Dengan demikian seorang manusia yang sedang
mengembangkan diri berpeluang memiliki pola pikir yang unggul, yang dicirikan oleh:
Pertama, memiliki rasa ingin tahu
pada hal-hal yang baru, yang berada dalam koridor nilai-nilai Islam. Kedua, memiliki pikiran yang terbuka,
karena ingin mengerti. Ketiga, memiliki
kemampuan untuk menerima perubahan ke arah yang lebih baik. Keempat, memiliki kesediaan untuk terus
menerus belajar dengan gembira dan senang hati. Kelima, memiliki kesediaan untuk membangun suasana yang baik dalam
interaksi sosial.
Selamat merenungkan, dan jangan lupa berdoa
kepada Allah SWT, untuk kebaikan Bangsa Indonesia, Bangsa Palestina, dan Umat
Islam di seluruh dunia.
Semoga Allah SWT
berkenan meridhai…
...
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar