Mengatur diri adalah suatu kondisi ketika
seseorang mampu mengubah pemikiran, sikap dan perilakunya, sehingga dari
berbagai masukan yang diperolehnya, ia dapat menghasilkan keluaran dan dampak
yang paling baik.
Ketika seseorang menyatakan dirinya
bersedia berubah, maka sesungguhnya ia siap berpikir, bersikap, dan berperilaku
berbeda dari sebelumnya, menuju ke arah yang lebih baik. Saat itu ia siap
mengelola segala potensi dan masukan dari orang lain, sebagai bagian dari
proses menuju keberhasilan. Dengan demikian ia memiliki harapan bagi
dihasilkannya keluaran yang baik, yang kelak juga akan memberi dampak yang
baik.
Rasulullah Muhammad SAW pernah
mengingatkan, “Setiap kegiatan ada saatnya bersemangat terus menerus, tetapi
setiap semangat ada saatnya melemah. Barangsiapa yang semangatnya melemah, lalu
ia mencontoh sunnahku, maka ia akan berhasil. Sebaliknya, barangsiapa yang
semangatnya melemah, tetapi ia menolak mencontoh sunnahku, maka ia akan gagal”
(HR: Ahmad).
Dengan demikian agar dapat terus menerus bersemangat,
maka seorang manusia perlu mencontoh keteladanan Rasulullah Muhammad SAW, lalu
menetapkan visi dan misi baru bagi hidupnya. Visi, adalah cita-cita
yang ingin dicapai oleh seseorang di masa depan, yang rumusannya akan memberikan
inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada orang tersebut. Biasanya seseorang akan
merumuskan visi yang dapat ia capai, dan dapat ia ukur pencapaiannya, serta
dapat ditetapkan periode waktu pencapaiannya.
Sementara itu, misi adalah “perintah” yang harus dilakukan oleh seseorang sesuai
dengan visi yang telah ditetapkannya. Rumusan misi seseorang akan memberikan
arah bagi orang tersebut dalam mewujudkan visinya. Oleh karena itu, rumusan misi seseorang akan ditetapkannya dalam
bentuk rumusan kegiatan utama yang
perlu dilakukannya.
Rumusan kegiatan tersebut juga akan
dikaitkan dengan ruang lingkup hasil yang hendak dicapai oleh seseorang, dan
syarat-syarat yang berkaitan dengan pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku
yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik. Syarat-syarat tersebut,
antara lain: Pertama, bersedia
menggapai kemampuan di bidang tertentu. Kedua,
bersedia menggapai kemampuan memelihara kelangsungan hidup. Ketiga, bersedia menggapai kemampuan
hidup bermasyarakat. Keempat,
bersedia untuk menggapai kemampuan belajar sepanjang masa.
Ringkasnya, agar seseorang dapat mengatur
diri, maka ia harus mampu mengubah pemikiran, sikap dan perilakunya. Acuan bagi
perubahan pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku orang tersebut adalah visi
(cita-cita) dan misi (kegiatan utama) baru, yang ditetapkannya sebagai respon
atas dinamika sosial yang ada. Selanjutnya, dengan memperhatikan dan menerima
berbagai masukan, maka ia akan dapat menghasilkan keluaran (output) dan dampak (out
come) yang paling baik bagi dirinya dan orang lain.
Selamat merenungkan, dan jangan lupa berdoa
kepada Allah SWT, untuk kebaikan Bangsa Indonesia, Bangsa Palestina, dan Umat
Islam di seluruh dunia.
Semoga Allah SWT
berkenan meridhai...
...
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar