Rasulullah Muhammad SAW wafat pada usia 63
tahun, di mana sepanjang hidupnya beliau hanya mengalami dua kali sakit ringan.
Bahkan hingga menjelang wafatnya, beliau masih gemar makan daging kambing,
terutama paha kambing. Oleh karena kesehatan beliau yang prima, maka kita layak
belajar dan mencontoh gaya
hidup sehat beliau.
Dalam Hadist Riwayat Tirmidzi disebutkan
bahwa Aisyah RA menyatakan, bahwa Rasulullah Muhammad SAW sering makan mentimun
dicampur dengan kurma basah. Inilah tradisi Rasulullah Muhammad SAW dalam
menjaga kesehatannya.
Mentimun mengandung: (1) protein 0,65 %,
(2) lemak 0,1 %, dan karbohidrat 2,2 %. Selain itu mentimun mengandung zat
bermanfaat, seperti: kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin
B1, vitamin B2, dan vitamin C. Oleh karena itu, mentimun sangat baik bila
digunakan sebagai tonik (untuk menjaga kesehatan).
Jus mentimun
dapat mendinginkan badan, dan menurunkan panas saat seseorang demam. Mentimun
juga berguna untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, dan
menyehatkan saluran pencernaan makananan.
Selain mentimun,
Rasulullah Muhammad SAW juga gemar makan labu. Dalam Hadist Riwayat Muslim
disebutkan bahwa Anas RA menyatakan, bahwa ia berangkat bersama Rasulullah
Muhammad SAW menghadiri jamuan makan. Kepada Rasulullah Muhammad SAW tuan rumah
menghidangkan roti dari gandum serta kuah berisi labu dan dendeng. Anas RA
melihat Rasulullah mencari labu dari mangkok kuahnya.
Oleh karena
sangat menggemari labu, Rasulllah Muhammad SAW pernah berpesan kepada Aisyah RA
untuk memperbanyak labu dalam masakannya. Buah labu bersifat dingin dan basah
sehingga memberi asupan gizi ringan. Biji labu mengandung asam amino khusus
yang berkhasiat mencegah dan mengatasi hipertrofi, atau pembesaran prostat.
Demikianlah
sekelumit konsumsi Rasullah Muhammad SAW. Tetapi perlu diketahui bahwa Rasulullah Muhammad SAW juga menjaga
kesehatan akal dan pikirannya. Untuk itu Rasulullah Muhammad SAW mengelola pola
pikir, sikap, tindak, dan perilaku yang khas, yaitu: fathonah, amanah, shiddiq,
dan tabligh.
Berbekal
kesehatan fisik, akal, dan pikirannya, sepanjang hidupnya Rasulullah Muhammad
SAW giat memperjuangkan aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak. Melalui
perjuangannya, Rasulullah Muhammad SAW berikhtiar membangun peradaban yang: (1)
transenden atau meruhani, yaitu bertaqwa kepada Allah SWT; (2) humanis atau
manusiawi, yaitu mampu mempertuhankan Allah SWT dan sanggup rahmatan
lil’alamiin; dan (3) emansipatoris atau pembebasan, yaitu membebaskan manusia
dari jerat kejahiliahan, baik jahiliah kuno, maupun jahiliah modern.
Inilah cara
Rasulullah Muhammad SAW menjaga kesehatannya. Selamat mencoba cara tersebut,
semoga Allah SWT berkenan meridhai...
...
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar