“Sukses” haruslah dimaknai dengan tepat,
karena beberapa orang seringkali keliru dalam memaknai “sukses”. Apabila kurang
berhati-hati dalam memaknai “sukses”, seseorang dapat terjebak pada makna
palsu.
Dalam maknanya yang palsu, “sukses”
seringkali dimaknai sebagai keberhasilan seseorang dalam mengumpulkan harta,
mencapai peringkat tertinggi dalam hal pangkat, jabatan, dan gelar (sosial dan
akademik), serta mampu membangun keluarga dalam jumlah anggota yang relatif
besar.
Sesungguhnya makna “sukses” tidaklah
sesempit itu. Sesungguhnya makna “sukses” sangat esensial, bersifat saripati
atau bersifat intisari. “Sukses” sesungguhnya, atau sukses yang
sebenar-benarnya sukses, adalah ketika seseorang mampu melakukan dua hal
penting dalam hidupnya, yaitu: Pertama,
beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua,
memberi manfaat optimal kepada orang lain dan lingkungannya.
Oleh karena “sukses” dapat dimaknai dengan
benar (sesungguhnya) dan dapat pula dimaknai secara keliru (salah), maka setiap
orang perlu berikhtiar untuk sukses (berhasil) dalam memilih makna “sukses”
yang benar, atau sukses yang sesungguh-sungguhnya sukses. Dengan kata lain
setiap orang harus sukses dalam memaknai “sukses”.
Setelah berhasil memaknai “sukses” dengan
benar, maka ia akan mengetahui adanya “jalan” yang berbeda dalam mencapai
sukses semu (salah atau keliru) dengan sukses sesungguhnya (benar atau tepat).
Hal ini berarti setiap orang harus sukses memilih “jalan” menuju sukses. Dengan kata lain setiap orang perlu SMS
(Sukses Menuju Sukses).
Menurut Abdullah
Gymnastiar, agar mencapai sukses, yaitu ridha Allah SWT, maka setiap manusia
hendaknya perlu hidup dalam tiga dimensi, yaitu: Pertama, dimensi dzikir, yang menekankan keikhlasan dan penyerahan
diri kepada Allah SWT. Kedua, dimensi
pikir yang menegaskan pentingnya rasionalitas dalam setiap tindakan keseharian seseorang,
sehingga setiap langkah merupakan bagian dari perencanaan yang matang. Ketiga, dimensi ikhtiar yang menekankan
pentingnya etos kerja, melalui hidup penuh kesungguhan dan kerja keras tanpa
kenal putus asa.
Masih menurut
Abdullah Gymnastiar, “Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur, karena dengan bermodalkan kejujuran, orang
akan percaya kepada kita. Kedua,
professional. Kita harus cakap sehingga siapapun yang memerlukan kita merasa
puas dengan yang kita kerjakan. Ketiga,
inovatif, artinya kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru, jangan hanya
menjiplak atau meniru yang sudah ada.”
Selamat
merenungkan, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, untuk kebaikan Bangsa
Indonesia, Bangsa Palestina, dan Umat Islam di seluruh dunia.
Semoga Allah SWT
berkenan meridhai...
...
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar