WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Tampilkan postingan dengan label Muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2011

RASULULLAH DAN AL QUR'AN

Kitab Suci Al Qur’an adalah Kitab Suci terakhir yang diturunkan Allah s.w.t. untuk seluruh umat manusia, yang disampaikan oleh malaikat Jibril a.s. kepada Rasulullah Muhammad s.a.w. dalam Bahasa Arab yang bermutu tinggi, guna menjadi pedoman hidup bagi umat manusia.


Allah s.w.t. berfirman, “Janganlah engkau gerakkan lidahmu (Muhammad) untuk membaca Al Qur’an karena hendak cepat-cepat dengannya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami (Allah) mengumpulkannya dan membacakannya. Apabila Kami (melalui malaikat Jibril) selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kami penjelasannya” (QS.75:16-19).


Allah s.w.t. berfirman, “Dalam Bulan Ramadhan itu diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk untuk manusia, dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, serta sebagai pembeda (antara yang benar dengan yang salah) …” (QS.2:185).


Pada malam 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6 Agustus 610, saat Rasulullah Muhammad s.a.w. sedang tahannuts (bersunyi diri untuk bertafakur) di Gua Hira datanglah malaikat Jibril a.s. membawa wahyu (kalaamullah) dan meminta Rasulullah Muhammad s.a.w. untuk membacanya (mengucapkannya). Malaikat Jibril a.s. berkata, “Bacalah!”


Dengan perasaan gemetar, Rasulullah Muhammad s.a.w. menjawab, ”Aku tidak dapat membaca.” Malaikat Jibril lalu merengkuh Rasulullah Muhammad s.a.w. sehingga Rasulullah Muhammad s.a.w. terasa sesak nafasnya. Malaikat Jibril a.s. lalu melepaskan kembali rengkuhannya atas Rasulullah Muhammad s.a.w. seraya berkata, “Bacalah!”


Tetapi Rasulullah Muhammad s.a.w. masih tetap menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Begitulah keadaan tersebut berulang hingga tiga kali, sehingga akhirnya Rasulullah Muhammad s.a.w. berkata, “Apa yang kubaca?”


Maka Jibril berkata, “Bacalah dengan nama Tuhanmu (Allah) yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajarkan dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia hal-hal yang belum diketahui manusia” (QS.96:1-5).


Itulah firman Allah s.w.t. pertama yang disampaikan oleh malaikat Jibril a.s. kepada Rasulullah Muhammad s.a.w. Peristiwa ini sekaligus juga menjadi “peresmian” diangkatnya Rasulullah Muhammad s.a.w. sebagai Rasulullah, karena sebelumnya Rasulullah Muhammad s.a.w. adalah manusia biasa.

Minggu, 09 September 2007

IDENTITAS KEISLAMAN

Allah SWT dalam QS.3:67 berfirman, "Ibrahim bukanlah seorang Yahudi, dan bukan pula seorang Nasrani. Ia adalah seorang yang lurus (hanya memper-Tuhan-kan Allah), dan berserah diri kepada Allah SWT, oleh karena itu ia bukan dari golongan orang-orang musyrik (memper-Tuhan-kan sesuatu selain Allah)."
Firman Allah SWT ini mengingatkan setiap manusia, agar kembali pada identitas manusia sebenarnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Ibrahim AS (Alaihi Salaam). Identitas tersebut memiliki karakter yang lurus, yaitu hanya memper-Tuhan-kan Allah SWT, dan tidak sedikitpun memperlihatkan karakter musyrik, yaitu memper-Tuhan-kan sesuatu (manusia atau benda) selain Allah SWT.
Oleh karena itu dalam QS.112:1-4 Allah SWT berfirman, "Katakanlah, "Dialah, Allah! Tuhan Yang Maha Esa. Ia "tempat" meminta. Ia tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. Serta tiada sesuatupun yang setara denganNya.
Dengan demikian seorang manusia hendaknya hanya memper-Tuhan-kan Allah SWT, dan tidak mempe-Tuhan-kan sesuatu (manusia, materi, atau ciptaan Allah SWT lainnya) selain Allah SWT. Jika seorang manusia telah melakukan hal ini (hanya memper-Tuhan-kan Allah SWT), maka ia telah memasuki pintu gerbang Keislaman, yaitu Syahadat Ilahiah. Bila manusia ini berkenan melakukan tahapan-tahapan berikutnya dalam nilai-nilai Islam, maka ia telah menjadi muslim, atau ia telah menjadi orang yang lurus sebagaimana Rasulullah Ibrahim AS. Manusia ini akan semakin total Keislamannya, bila ia berkenan meneladani Rasulullah Muhammad SAW, sebagai pembawa wahyu dari Allah SWT, berupa nilai-nilai Islam, sepeninggal Rasulullah Ibrahim AS.