WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Minggu, 09 September 2007

IDENTITAS KEISLAMAN

Allah SWT dalam QS.3:67 berfirman, "Ibrahim bukanlah seorang Yahudi, dan bukan pula seorang Nasrani. Ia adalah seorang yang lurus (hanya memper-Tuhan-kan Allah), dan berserah diri kepada Allah SWT, oleh karena itu ia bukan dari golongan orang-orang musyrik (memper-Tuhan-kan sesuatu selain Allah)."
Firman Allah SWT ini mengingatkan setiap manusia, agar kembali pada identitas manusia sebenarnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Ibrahim AS (Alaihi Salaam). Identitas tersebut memiliki karakter yang lurus, yaitu hanya memper-Tuhan-kan Allah SWT, dan tidak sedikitpun memperlihatkan karakter musyrik, yaitu memper-Tuhan-kan sesuatu (manusia atau benda) selain Allah SWT.
Oleh karena itu dalam QS.112:1-4 Allah SWT berfirman, "Katakanlah, "Dialah, Allah! Tuhan Yang Maha Esa. Ia "tempat" meminta. Ia tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. Serta tiada sesuatupun yang setara denganNya.
Dengan demikian seorang manusia hendaknya hanya memper-Tuhan-kan Allah SWT, dan tidak mempe-Tuhan-kan sesuatu (manusia, materi, atau ciptaan Allah SWT lainnya) selain Allah SWT. Jika seorang manusia telah melakukan hal ini (hanya memper-Tuhan-kan Allah SWT), maka ia telah memasuki pintu gerbang Keislaman, yaitu Syahadat Ilahiah. Bila manusia ini berkenan melakukan tahapan-tahapan berikutnya dalam nilai-nilai Islam, maka ia telah menjadi muslim, atau ia telah menjadi orang yang lurus sebagaimana Rasulullah Ibrahim AS. Manusia ini akan semakin total Keislamannya, bila ia berkenan meneladani Rasulullah Muhammad SAW, sebagai pembawa wahyu dari Allah SWT, berupa nilai-nilai Islam, sepeninggal Rasulullah Ibrahim AS.

Tidak ada komentar: