Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, "Kamu akan dikalahkan, dan digiring ke dalam neraka jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal." Sungguh telah ada tanda bagimu, pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah, dan yang lain kafir; yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) berjumlah dua kali lipat golongan kafir. Allah menguatkan dengan pertolonganNya, siapa saja yang Dia kehendaki. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki penglihatan" (QS.3:12-13).
Tampilkan postingan dengan label kafir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kafir. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 Januari 2010
Senin, 10 September 2007
SEPERTI DEBU


Allah SWT dalam QS.14:18 berfirman, "Orang-orang yang kafir (ingkar atau durhaka) kepada Tuhan mereka, maka amalan-amalan mereka bagaikan debu yang ditiup angin dengan keras, pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari segala sesuatu yang telah mereka usahakan (di dunia). Hal ini dikarenakan mereka telah berada pada kesesatan yang jauh."
Firman Allah SWT ini menunjukkan, bahwa segala kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir ditolak oleh Allah SWT. Hal ini rasional, karena orang-orang kafir tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga seluruh kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir, tentulah tidak dipersembahkan sebagai baktinya kepada Allah SWT.
Konsekuensinya, karena Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Penguasa Semesta Alam (alam semesta dan alam akherat), maka kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir menjadi tidak berarti. Allah SWT menyebutnya, "bagaikan debu yang ditiup angin dengan keras, pada suatu hari yang berangin kencang."
Dapat pula dikatakan, bahwa kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir menjadi sesuatu yang sia-sia, tidak berbekas, atau tidak diperhitungkan sebagai kebajikan oleh Allah SWT. Penolakan Allah SWT ini disebabkan orang-orang kafir itu telah berada pada kesesatan yang jauh, yaitu mengingkari atau mendurhakai Allah SWT dengan menolak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Penguasa Semesta Alam.
Firman Allah SWT ini menunjukkan, bahwa segala kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir ditolak oleh Allah SWT. Hal ini rasional, karena orang-orang kafir tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga seluruh kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir, tentulah tidak dipersembahkan sebagai baktinya kepada Allah SWT.
Konsekuensinya, karena Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Penguasa Semesta Alam (alam semesta dan alam akherat), maka kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir menjadi tidak berarti. Allah SWT menyebutnya, "bagaikan debu yang ditiup angin dengan keras, pada suatu hari yang berangin kencang."
Dapat pula dikatakan, bahwa kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir menjadi sesuatu yang sia-sia, tidak berbekas, atau tidak diperhitungkan sebagai kebajikan oleh Allah SWT. Penolakan Allah SWT ini disebabkan orang-orang kafir itu telah berada pada kesesatan yang jauh, yaitu mengingkari atau mendurhakai Allah SWT dengan menolak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Penguasa Semesta Alam.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)