WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Senin, 10 September 2007

SEPERTI DEBU



Allah SWT dalam QS.14:18 berfirman, "Orang-orang yang kafir (ingkar atau durhaka) kepada Tuhan mereka, maka amalan-amalan mereka bagaikan debu yang ditiup angin dengan keras, pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari segala sesuatu yang telah mereka usahakan (di dunia). Hal ini dikarenakan mereka telah berada pada kesesatan yang jauh."
Firman Allah SWT ini menunjukkan, bahwa segala kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir ditolak oleh Allah SWT. Hal ini rasional, karena orang-orang kafir tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga seluruh kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir, tentulah tidak dipersembahkan sebagai baktinya kepada Allah SWT.
Konsekuensinya, karena Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Penguasa Semesta Alam (alam semesta dan alam akherat), maka kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir menjadi tidak berarti. Allah SWT menyebutnya, "bagaikan debu yang ditiup angin dengan keras, pada suatu hari yang berangin kencang."
Dapat pula dikatakan, bahwa kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir menjadi sesuatu yang sia-sia, tidak berbekas, atau tidak diperhitungkan sebagai kebajikan oleh Allah SWT. Penolakan Allah SWT ini disebabkan orang-orang kafir itu telah berada pada kesesatan yang jauh, yaitu mengingkari atau mendurhakai Allah SWT dengan menolak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Penguasa Semesta Alam.

Tidak ada komentar: