WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Sabtu, 19 Mei 2012

HARI KEDZALIMAN INTERNASIONAL


Tahukah Anda? Bahwa Hari Kedzaliman Internasional jatuh pada tanggal 14 Mei, yaitu hari berdirinya Negara Israel, yang tepatnya pada tanggal 14 Mei 1948. Negara Israel merupakan bio-monumen (monumen hidup) kedzaliman manusia. Pada hari itu, dimulai upaya besar-besaran perampokan Tanah Palestina oleh Bangsa Yahudi, yang disertai pembunuhan massal dan pengusiran terhadap Bangsa Palestina.

Perampokan Tanah Palestina dan berdirinya Negara Israel merupakan bagian skenario yang telah disiapkan Bangsa Yahudi, sejak berdirinya Yahudi Internasional yang berlabel Zionis Internasional pada tahun 1897. Theodore Herzl sebagai pendiri organisasi ini, dalam pidatonya menyatakan, “Dalam lima puluh tahun yang akan datang, akan berdiri sebuah Negara Yahudi.”

Pernyataan Theodore Herzl tersebut merupakan sebagian dari isi Protocol of Zion yang detailnya telah disetujui oleh peserta Kongres Zionis Internasional tahun 1897. Protokol yang bersifat rahasia ini menjadi panduan Yahudi Internasional yang tergabung dalam gerakan Zionis Internasional untuk menguasai dunia.

Tahun 1901 melalui investigasi yang rumit akhirnya Protocol of Zion berhasil diketahui oleh Professor Seygel Nilus (Warga Negara Rusia) yang sedang meneliti tentang Gerakan Zionis Internasional. Tahun 1902 Professor Seygel Nilus menerbitkan Protocol of Zion dalam bahasa Rusia (“Protokolat Zionism”), untuk memberitahu masyarakat dunia tentang rencana Bangsa Yahudi menguasai dunia.

Tahun 1912 Victor E. Mars (wartawan “The Morning Post”, London) menerjemahkan Buku “Protokolat Zionism” karya Professor Seygel Nilus dalam Bahasa Inggris (“Protocol of Zion”). Tahun 1917 Buku “Protokolat Zionism” karya Professor Seygel Nilus terbit di Jerman dalam Bahasa Jerman. Sejak tahun 1918 Buku “Protokolat Zionism” karya Professor Seygel Nilus diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan terbit di berbagai negara.

Tetapi pengetahuan masyarakat dunia tentang Protocol of Zion gagal membendung pelaksanaan Protocol of Zion oleh Bangsa Yahudi. Buktinya, pada tahun 1917 Menteri Luar Negeri Inggris yang keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, atas restu Pemerintah dan Kerajaan Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour, yang isinya mendukung berdirinya Negara Yahudi (Israel) di Tanah Palestina, yang saat itu sedang dijajah Inggris. Sejak Deklarasi Balfour ratusan ribu orang Yahudi dari segenap penjuru Eropa atas fasilitasi Pemerintah Inggris memasuki Tanah Palestina.

Protocol of Zion berisi uraian secara detail dan sistematis tentang rencana Bangsa Yahudi untuk menguasai dunia, yang terbagi dalam 24 (dua puluh empat) bagian. Secara ringkas isi Protocol of Zion adalah sebagai berikut:

(1) Liberalisme, kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan yang kita (Bangsa Yahudi) kembangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa (Bangsa Non Yahudi).

(2) Ideologi kita (Bangsa Yahudi), yaitu liberalisme, bagi orang yang tidak menjalankan agama dengan baik akan mudah diterima.

(3) Untuk menguasai suatu negara, maka kita (Bangsa Yahudi) harus mempertajam pertentangan antara pemerintah dengan rakyatnya.

(4) Liberalisme harus kita (Bangsa Yahudi) sebarkan ke seluruh dunia, agar terjadi dis-integrasi dan kehancuran Bangsa Non Yahudi.

(5) Nama baik pendeta, ulama, dan tokoh agama harus kita (Bangsa Yahudi) cemarkan, agar mereka dipandang hina oleh masyarakat.

(6) Untuk mengusir Bangsa Non Yahudi dari tanahnya, maka kita (Bangsa Yahudi) harus mendorong peningkatan pajak tanah dan biaya pengolahan tanah.

(7) Kita (Bangsa Yahudi) harus mendorong masyarakat Eropa untuk memusuhi bangsa-bangsa yang tinggal di benua lain.

(8) Kita (Bangsa Yahudi) harus berupaya agar pemimpin di setiap negara adalah orang yang lemah atau berperangai buruk, agar kemarahan rakyat mudah meledak.

(9) Kita (Bangsa Yahudi) harus menempatkan orang-orang yang pro Yahudi pada posisi penting dan strategis di setiap negara.

(10) Kita (Bangsa Yahudi) harus memecah belah dan menghapus adat istiadat dan budaya yang dianut oleh Bangsa Non Yahudi.

(11) Kita (Bangsa Yahudi) harus menjadi serigala bagi Bangsa Non Yahudi, yang sesungguhnya seperti biri-biri.

(12) Kita (Bangsa Yahudi) harus mendominasi dan mengendalikan media massa.

(13) Kita (Bangsa Yahudi) harus menghambat dan mematikan pemikiran yang benar yang dirancang oleh Bangsa Non Yahudi.

(14) Kita (Bangsa Yahudi) harus mengikis habis agama lain selain Agama Yahudi, agar di dunia hanya ada satu agama, yaitu Yahudi.

(15) Agen-agen Yahudi harus menyebar ke seluruh dunia, untuk mempersiapkan penguasaan dunia oleh Bangsa Yahudi.

(16) Kita (Bangsa Yahudi) harus tampil terdepan dalam hal pendidikan, agar Bangsa Non Yahudi tunduk pada tradisi Yahudi.

(17) Kita (Bangsa Yahudi) harus tampil sebagai pahlawan, dengan cara menciptakan musuh masyarakat, kemudian kita yang memusnahkan musuh masyarakat tersebut.

(18) Kita (Bangsa Yahudi) harus pandai menciptakan kekacauan, untuk kemudian berpura-pura menyelesaikannya, hingga predikat pahlawan terus melekat pada kita.

(19) Kita (Bangsa Yahudi) harus pandai mencemarkan nama baik para pejuang yang membela kebenaran, agar masyarakat menyamakannya dengan penjahat.

(20) Kita (Bangsa Yahudi) harus pandai menjerat bangsa-bangsa lain dengan pinjaman atau hutang, yang mereka pandang sebagai bantuan.

(21) Kita (Bangsa Yahudi) harus pandai menggalang bantuan dari para kapitalis atau pemilik modal besar, demi tercapainya upaya kita menguasai dunia.

(22) Untuk mencapai tujuannya maka kekerasan boleh dilakukan oleh Bangsa Yahudi di bawah panji-panji Zionisme.

(23) Setelah tujuan tercapai, yaitu berkuasanya Bangsa Yahudi atas dunia, maka pihak-pihak yang pernah membantu kita (Bangsa Yahudi) harus kita musnahkan.

(24) Orang yang memimpin dunia harus dari Bangsa Yahudi yang mendukung Zionisme.

Sumber:
Buku ”Dahsyatnya Lobi-Lobi Gila Internasional Israel” karya Dewi Mustofiah (2011). 

Selamat merenungkan, semoga Allah SWT melindungi Umat Islam di seluruh dunia...

...

Minggu, 13 Mei 2012

SEHAT SEPERTI RASULULLAH MUHAMMAD SAW


Rasulullah Muhammad SAW wafat pada usia 63 tahun, di mana sepanjang hidupnya beliau hanya mengalami dua kali sakit ringan. Bahkan hingga menjelang wafatnya, beliau masih gemar makan daging kambing, terutama paha kambing. Oleh karena kesehatan beliau yang prima, maka kita layak belajar dan mencontoh gaya hidup sehat beliau.

Dalam Hadist Riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa Aisyah RA menyatakan, bahwa Rasulullah Muhammad SAW sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah. Inilah tradisi Rasulullah Muhammad SAW dalam menjaga kesehatannya.

Mentimun mengandung: (1) protein 0,65 %, (2) lemak 0,1 %, dan karbohidrat 2,2 %. Selain itu mentimun mengandung zat bermanfaat, seperti: kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Oleh karena itu, mentimun sangat baik bila digunakan sebagai tonik (untuk menjaga kesehatan).

Jus mentimun dapat mendinginkan badan, dan menurunkan panas saat seseorang demam. Mentimun juga berguna untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, dan menyehatkan saluran pencernaan makananan.

Selain mentimun, Rasulullah Muhammad SAW juga gemar makan labu. Dalam Hadist Riwayat Muslim disebutkan bahwa Anas RA menyatakan, bahwa ia berangkat bersama Rasulullah Muhammad SAW menghadiri jamuan makan. Kepada Rasulullah Muhammad SAW tuan rumah menghidangkan roti dari gandum serta kuah berisi labu dan dendeng. Anas RA melihat Rasulullah mencari labu dari mangkok kuahnya.

Oleh karena sangat menggemari labu, Rasulllah Muhammad SAW pernah berpesan kepada Aisyah RA untuk memperbanyak labu dalam masakannya. Buah labu bersifat dingin dan basah sehingga memberi asupan gizi ringan. Biji labu mengandung asam amino khusus yang berkhasiat mencegah dan mengatasi hipertrofi, atau pembesaran prostat.

Demikianlah sekelumit konsumsi Rasullah Muhammad SAW. Tetapi perlu diketahui  bahwa Rasulullah Muhammad SAW juga menjaga kesehatan akal dan pikirannya. Untuk itu Rasulullah Muhammad SAW mengelola pola pikir, sikap, tindak, dan perilaku yang khas, yaitu: fathonah, amanah, shiddiq, dan tabligh.

Berbekal kesehatan fisik, akal, dan pikirannya, sepanjang hidupnya Rasulullah Muhammad SAW giat memperjuangkan aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak. Melalui perjuangannya, Rasulullah Muhammad SAW berikhtiar membangun peradaban yang: (1) transenden atau meruhani, yaitu bertaqwa kepada Allah SWT; (2) humanis atau manusiawi, yaitu mampu mempertuhankan Allah SWT dan sanggup rahmatan lil’alamiin; dan (3) emansipatoris atau pembebasan, yaitu membebaskan manusia dari jerat kejahiliahan, baik jahiliah kuno, maupun jahiliah modern.

Inilah cara Rasulullah Muhammad SAW menjaga kesehatannya. Selamat mencoba cara tersebut, semoga Allah SWT berkenan meridhai...

...

Minggu, 06 Mei 2012

PERSPEKTIF KEPENTINGAN OBAMA DAN OSAMA


Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Amerika Serikat, dalam hal ini Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama, mengumumkan, bahwa Osama bin Laden telah diserang di Pakistan oleh Navy Seal, Pasukan Komando Angkatan Laut Amerika Serikat. Selanjutnya Obama menyatakan, bahwa mayat Osama telah dibuang ke laut. Obama juga menyatakan, bahwa mayat Osama mengerikan karena kepalanya hancur diterjang peluru berkaliber besar dari Navy Seal.

Dalam perspektif kepentingan Obama, maka Osama adalah seorang teroris, karena mengganggu kepentingan Amerika Serikat yang sedang sibuk menghamba pada Pemerintah Israel. Sebaliknya dalam perspektif Osama, maka Obama adalah seorang teroris, karena bersedia memimpin Amerika Serikat yang merupakan negara yang menghamba pada Pemerintah Israel, yang terkenal dzalim di dunia.

Demikianlah perspektif manusia, perspektif Obama dan Osama dapat saling bertentangan, karena kebenaran keduanya bersifat relatif. Kebenaran mutlak bukan berada pada manusia, melainkan berada pada Allah SWT. Dengan kata lain Allah SWT adalah penentu kebenaran di semesta alam (alam semesta dan alam akherat).

Sesuatu yang dikatakan benar oleh Allah SWT, maka benarlah ia di semesta alam. Sebaliknya, sesuatu yang dikatakan salah oleh Allah SWT, maka salahlah ia di semesta alam. Oleh karena Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an, maka sesungguhnya kebenaran versi Allah SWT dapat dilihat di Al Qur’an.

Inilah kebenaran versi Allah SWT, yang dimuat dalam QS.2:120, sebagai berikut: ”Sesungguhnya Nasrani dan Yahudi tidak akan pernah senang kepadamu (muslim), sebelum kamu (muslim) mengikuti millah (cara hidup) mereka (Nasrani dan Yahudi)”.

Allah SWT juga menyatakan, ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan, mereka itu satu sama lain saling melindungi...” (QS.8:72).

Allah SWT menjelaskan, ”Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (tidak turut berjuang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak turut berjuang). ...” (QS.4:94).

Berdasarkan kebenaran versi Allah SWT, maka Osama adalah seorang mujahid (pejuang) yang telah berjihad dengan harta dan jiwanya, terutama dalam upaya membebaskan bumi Afghanistan dari penjajahan Amerika Serikat dan sekutunya. Oleh karena itu, Allah SWT tentulah akan memuliakan Osama dengan karunia dan derajat yang tinggi.

Untuk lebih mudah memahami perbandingan antara Osama dengan Obama dan Pemerintah Amerika Serikat, perhatikan sepak terjang Amerika Serikat selama ini. Pertama, lihatlah jutaan Umat Islam Palestina yang menjadi korban kekejaman Pemerintah Israel yang didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 1948. Kedua, lihatlah jutaan Umat Islam Afghanistan dan Iraq yang menjadi korban kekejaman tentara Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutunya sejak tahun 2002 (Afghanistan) dan 2003 (Iraq). Ketiga, lihatlah Umat Islam Libia yang tewas akibat adu domba dan serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan sekutunya, sejak awal tahun 2011.

Berdasarkan fakta ini, boleh jadi Osama adalah pahlawan, karena berani melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Sebaliknya, Obama dan Pemerintah Amerika Serikat serta sekutunya adalah setan yang berbentuk manusia (lihat QS.114). Semoga Allah SWT berkenan menunjukkan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. Selamat jalan Osama... semoga Allah SWT meridhai perjuanganmu...

Khusus bagi Bangsa Indonesia: Semoga Bangsa Indonesia tetap waspada terhadap skenario Amerika Serikat dan sekutunya.

Caranya, Bangsa Indonesia harus tetap bersatu, dan berkenan menghindari anarkisme dan kekerasan, agar tidak terjebak dalam skenario terorisme yang ditebar Amerika Serikat dan sekutunya.

Bangsa Indonesia harus tetap berkomitmen dan berjuang membangun negara yang diridhai Allah SWT dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Apabila ada perbedaan pendapat di antara komponen bangsa, hendaklah diselesaikan secara musyawarah sebagai keluarga bangsa senasib sepenanggungan. Jalin terus hubungan yang harmoni antara Pemerintah Republik Indonesia, Polisi Republik Indonesia, dan Tentara Nasional Indonesia dengan masyarakat Indonesia, demi kesejahteraan dan kepentingan bersama dalam ridha Allah SWT.

Insya-Allah...

Sabtu, 28 April 2012

LIVE BETTER


Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah. Dan hendaklah setiap diri memperhatikan segala sesuatu yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat). Dan bertaqwalah kepada Allah, sesunguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang telah kamu kerjakan” (QS.59:18).

Firman Allah SWT ini mengingatkan setiap manusia, untuk: (1) beriman, sebagaimana yang dimaksud dalam Rukun Iman; (2) bertaqwa kepada Allah SWT; dan (3) mengevaluasi diri.

Evaluasi diri diperlukan agar “live better”, yang dapat dimaknai sebagai “lebih baik dalam menjalani hidup”. Selanjutnya muncul pertanyaan, “Bagaimana caranya agar seorang manusia dapat lebih baik dalam menjalani hidup?”

Allah SWT berfirman, “Janganlah membunuh anak-anakmu, karena takut miskin. Kami (Allah) yang memberi rezeki kepadamu dan kepada anak-anakmu” (QS.6:151).

Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.59:18 diketahui, bahwa agar seorang manusia dapat lebih baik dalam menjalani hidup, maka ia harus beriman, bertaqwa, dan berkenan mengevaluasi diri.

Selain itu, berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.6:151 diketahui, bahwa agar seorang manusia dapat lebih baik dalam menjalani hidup, maka ia juga diwajibkan menjadikan anak-anaknya sebagai manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT. Kesemua ini merupakan bentuk kepatuhan atas nasehat Allah SWT, yang telah memberi rezeki padanya dan kepada anak-anaknya.

Pada bagian lain dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman, ”Mereka (kaum anti Islam) tidak akan berhenti memerangi kamu, sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu (Islam), seandainya mereka sanggup” (QS.2:217).

Firman Allah SWT ini mengingatkan orang-orang yang ingin live better atau lebih baik dalam menjalani hidup, bahwa ada tantangan dan gangguan yang berat dari kaum anti Islam, ketika seorang manusia ingin live better. Allah SWT menggunakan istilah ”perang” pada QS.2:217, untuk menunjukkan beratnya tantangan dan gangguan yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, agar live better maka seorang manusia hendaklah hidup dalam koridor nilai-nilai Islam, yaitu nilai-nilai Islam yang berkaitan dengan aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak.

Pola hidup seperti ini, akan mendorong seorang manusia untuk memiliki pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku yang fathonah, amanah, shiddiq, dan tabligh; sehingga ia dapat berperan sebagai mujahiddin (pembela kebenaran), uswatun hasanah, assabiquunal awwaluun, dan sirajan muniran; dalam rangka membangun peradaban Islam yang transenden, humanis, dan emansipatoris.

Bila semua ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka saat itulah seorang manusia dapat live better. 

Selamat merenungkan, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT untuk kebaikan Bangsa Indonesia, Bangsa Palestina, dan Umat Islam di seluruh dunia.

Semoga Allah SWT berkenan meridhai...

...

Minggu, 10 April 2011

PENDEKATAN KEKUASAAN

Banyak fenomena yang menunjukkan pendekatan kekuasaan seorang pemimpin. Mereka (para pemimpin jenis ini) akan marah besar bila dikritik. Ketika memimpin suatu institusi, pemimpin jenis ini akan membawa “gerbong” (kroninya) untuk menjarah kekayaan institusi yang dipimpinnya. Selain itu, pemimpin jenis ini juga mudah menganggap remeh pihak lain, kaum marginal, atau masyarakat.


Dalam menjalankan kekuasaannya pemimpin jenis ini, seringkali mengabaikan resiko “kecelakaan” bagi anak buahnya atau pihak lain. Oleh karena itu solusinya seringkali berupa “adu kekuatan”, yang cenderung bersifat keras. Saat itulah pendekatan kekuasaan bertransformasi menjadi pendekatan kekerasan.


Oleh karena itu, setiap muslim yang mendapat amanat memimpin, disarankan untuk menghindari pendekatan kekuasaan, karena akan bermuara pada pendekatan kekerasan. Allah SWT sangat menghargai kemanusiaan, yang dibuktikan oleh sikap Allah SWT saat bersikukuh menciptakan manusia (Rasulullah Adam AS), meskipun saat itu malaikat berkeberatan. Allah SWT berkehendak menciptakan manusia, yang sepanjang bertaqwa kepada Allah SWT, akan mampu memanusiakan manusia melalui penerapan kemanusiaan.


Sesungguhnya manusia yang shaleh (berbakti kepada Allah SWT) berpeluang besar untuk menjadi rahmatan lil’alamiin. Saat itulah manusia dapat mencapai peringkat yang mulia di sisi Allah SWT. Rahmatan lil’alamiin atau memberi manfaat optimal di alam semesta merupakan kontribusi mulia yang dapat memuliakan manusia di hadapan Allah SWT.


Contoh lain, ketika pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keshalehan, maka insyaAllah “Kerusuhan Koja 14 April 2010” tidak terjadi, karena para pihak terkait berupaya berbakti kepada Allah SWT dan menjadi rahmatan lil’alamiin. Dengan demikian kasus-kasus kerusuhan berdarah hanya dapat dihindari melalui pendekatan keshalehan. Kerusuhan Koja 14 April 2010 terjadi, ketika Satuan Polisi Pamongpraja Provinsi DKI Jakarta berbenturan dengan masyarakat yang ingin mempertahankan situs Mbah Priok.


Bagi sebagian anggota masyarakat situs ini dipandang penting, karena merupakan ”ornamen” bersejarah perjuangan seorang ulama dalam menebarkan nilai-nilai Islam di wilayah Jakarta Utara. Ulama tersebut adalah Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad, yang lahir pada tahun 1727 di Palembang. Pada tahun 1756 ia berlayar ke Pulau Jawa dan meninggal diwilayah yang saat ini menjadi situs Mbah Priok, dan masyarakat setempat memanggilnya dengan sebutan Mbah Priok.


Menurut Koran Tempo 15 April 2010, makam Mbah Priok seluas 8 x 6 meter persegi terletak di atas tanah, yang luas keseluruhannya adalah 5,4 Ha. Di atas tanah tersebut juga berdiri bangunan berukuran 10 x 8 meter persegi yang digunakan oleh ahli waris (Habib Ali al-Idrus) sebagai tempat tinggal keluarganya dan belasan santri.


Meskipun dihormati masyarakat, namun makam Mbah Priok tidak masuk dalam daftar situs bersejarah Pemerintah DKI Jakarta. Bahkan tanah itu diklaim oleh PT. Pelindo II, sehingga klaim itu digugat oleh ahli waris Mbah Priok, tetapi Pengadilan Negeri mengalahkan gugatan ahli waris, di mana selanjutnya ahli waris tidak mengajukan banding.


Pada 2004 pernah terjadi bentrokan fisik antara ahli waris dengan aparat. Selain itu, di masa lalu aparat pernah menggembok pintu gerbang, sehingga para santri tak bisa keluar selama 12 hari (lihat Koran Tempo 15 April 2010). Tanggal 14 April 2010 jam 17.15 dalam acara ”Kabar Petang”, TV One memberitakan terjadinya Kerusuhan Koja, yang berupa bentrokan antara Satuan Polisi Pamongpraja Provinsi DKI Jakarta dengan masyarakat yang khawatir makam Mbah Priok akan digusur. Bentrokan itu menewaskan dua orang dan melukai ratusan orang.


Sebagai upaya mediasi, Habib Rizieq (pemimpin Front Pembela Islam) mengusulkan agar: Pertama, kawasan sekitar makam Mbah Priok seluas 1.000 meter persegi dijadikan cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, agar tidak ada kekhawatiran terjadinya penggusuran atas makam tersebut. Kedua, kawasan yang dipersengketakan antara ahli waris Mbah Priok dengan PT. Pelindo II seluas 5,4 hektar diselesaikan melalui jalur hukum di Pengadilan.


Sebagaimana yang disarankan oleh Habib Rizieq, maka demikianlah seharusnya pendekatan yang dilakukan, yaitu pendekatan yang tidak semata-mata mengandalkan kekuasaan, karena akan bermuara pada kekerasan. Selain itu, hikmah yang dapat diambil dari peristiwa ”kerusuhan Koja” adalah sebuah pesan agar jangan terlalu berbasis yuridis formal dalam menyelesaikan suatu masalah.


Sudah saatnya diakui, bahwa teks-teks yuridis juga seringkali tidak adil, tidak emansipatoris, tidak egaliter, dan tidak mengadabkan. Sementara itu, perbaikan atas teks-teks tersebut membutuhkan waktu lama, biaya besar, dan prosedur yang relatif rumit. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan keshalehan dalam menyelesaikan suatu masalah.


Semoga Allah SWT berkenan...