WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Minggu, 20 Maret 2011

ALLAH YANG MEMASTIKAN

Allah SWT berpesan, “Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,” melainkan dengan mengatakan, “insyaAllah”, dan ingatlah kepada Tuhanmu. Namun jika kamu lupa, maka katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk yang mendekati kebenaran” (QS.18:23-24).


Kata “pasti” diharapkan tidak digunakan oleh seorang muslim, kecuali untuk hal-hal yang telah dipastikan oleh Allah SWT, seperti adanya surga dan neraka, adanya hari akhir, dan lain-lain yang bersumber dari Allah SWT. Dengan demikian yang berhak memastikan sesuatu hanyalah Allah SWT, sedangkan manusia tidak berhak memastikan sesuatu. Seorang manusia hanya berhak menyebut “insyaAllah” (bila Allah berkenan) bagi sesuatu yang akan dikerjakannya, atau untuk hasil yang diharapkan dari ikhtiarnya.


InsyaAllah memiliki makna: Pertama, adanya keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT Maha Berkehendak atas segala sesuatu yang diikhtiarkan oleh manusia. Kedua, seorang manusia mengetahui bahwa dirinya berada dalam penguasaan dan pengawasan Allah SWT. Ketiga, manusia yang bersangkutan berupaya untuk tawadhu (siap menerima dengan ikhlas dan rendah hati) atas segala sesuatu yang menjadi ketentuan Allah SWT. Keempat, menunjukkan kemampuan seorang manusia dalam mengharmonisasikan antara ikhtiar yang sehebat-hebatnya dengan kemampuan berserah diri kepada Allah SWT secara total.

Tidak ada komentar: