WWW.LISTEN2QURAN.COM 2

Minggu, 13 Maret 2011

MENSYUKURI AQIDAH

Dalam setiap khotbah Jum’at, khatib selalu mengingatkan agar setiap muslim mensyukuri aqidah yang dengan kokoh “dipegangnya”. Semua itu tiada lain, adalah karena rahmat dari Allah SWT kepada setiap muslim. Aqidah Islam yang kokoh secara transendental dan rasional merupakan puncak kasih sayang Allah SWT kepada manusia.


Aqidah tersebut memuat substansi, “Tuhan itu Maha Esa, Dia adalah Allah, di mana segala sesuatu bergantung padaNya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada sesuatupun yang setara denganNya” (lihat QS.112:1-4).


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT. Tidak ada Tuhan melainkan Allah SWT, maka barangsiapa yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT, sesungguhnya ia sedang mempertuhankan ketiadaan. Setiap doa dan permohonan yang ditujukan kepada Tuhan yang bukan Allah SWT, adalah doa dan permohonan pada sesuatu yang tiada.


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT. Sulit bagi mereka menjelaskan eksistensi (keberadaan) Tuhannya, karena bukti yang disodorkan justru membuktikan bahwa Tuhannya bukan Tuhan. Ketika mereka menyatakan ketuhanan mereka adalah berdasarkan keyakinan, maka keyakinannya ini justru semakin tidak meyakinkan, karena hampir tiada bedanya antara Tuhan dengan yang bukan Tuhan.


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT. Hidup mereka disesaki oleh tipudaya tokoh-tokoh agamanya. Kesesatan menjadi menu sehari-hari, dan terpedaya adalah nasib yang disandangnya. Sulit bagi mereka keluar dari jebakan kesesatan ini, jika mereka tidak sungguh-sungguh menggapai hidayah Allah SWT.


Adalah penting mensyukuri aqidah, karena betapa kasihannya mereka yang mempertuhankan Tuhan yang bukan Allah SWT.


Semoga Allah SWT berkenan…

Tidak ada komentar: